Rahasia dan Kesuksesan Perkebunan Kurma di Thailand

Rahasia dan Kesuksesan Perkebunan Kurma di Thailand

kampung kurma, kebun kurma thailand, kurma thailand, kampoeng kurma

Perkebunan kurma di Thailand mencuri perhatian di beberapa tahun yang lalu. Perkebunan tersebut menjadi yang pertama di Asia Tenggara bahkan pertama kalinya di dunia kurma dapat tumbuh dan berbuah di daerah tropis. Tak hanya itu, perkebunan tersebut kemudian menjadi trend agrowisata baru di beberapa negara tetangga Thailand, termasuk Indonesia.

Namun yang paling membuat hampir setiap orang bertanya-tanya adalah bagaimana bisa mereka ‘merekayasa’ tumbuhan yang biasa tumbuh di daerah gurun menjadi tumbuh dan berbuah di kawasan yang sangat jauh dari gurun?

Penemu Kurma KL-1 dari Thailand

Adalah Sak Lamjuan yang menjadi aktor utama di balik kesuksesan varietas baru kurma yang tahan dan adaptif di daerah tropis ini.

Sak Lamjuan adalah seorang periset di Universitas Maejo dimana ia melakukan riset panjang kurma primadona ini. Setelah proses yang panjang, Lamjuan berhasil mengawinsilangkan jenis Barhee dan Deglet Nour. Hasil dari persilangan itu kemudian disebut dengan nama KL-1 Maejo36. Namun orang Thailand lebih senang menyebutnya dengan nama KL-1 saja atau Kolak One.

Kata ‘Kolak’ sendiri adalah panggilan akrab Sak Lamjuan. KL-1 selanjutnya ditanam dan memenuhi perkebunan kurma di Thailand  yang pertama seluas 2 hektare lebih. Seiring berjalannya waktu, kurma KL-1 tidak hanya adaptif dan tahan terhadap iklim tropis. KL-1 kemudian juga menjadi kurma yang sangat unik dan menarik bagi siapapun.

Baca juga: Kavling Kampung Kurma di Bogor

Betapa tidak, kurma ini sudah dapat berbuah pada tahun ke-3 atau selambat-lambatnya tahun ke-4 bila perawatannya kurang maksimal. Kemudian KL-1 juga hanya bertinggi 2 sampai 3 meter saja. Artinya, buah akan dapat dipetik dengan mudah tanpa alat khusus karena rata-rata tingginya hanya selutut atau perut orang dewasa. Sangat menarik, bukan?

Dan yang terakhir adalah produktivitasnya. Kurma KL-1 berbuah lebih banyak dari rata-rata kurma jazirah Arab pada umumnya. Inilah mengapa negara tetangga seperti Malaysia dan Indonesia tengah berusaha menduplikasi perkebunan kurma di Thailand. Proses ini tengah dimulai dan saat ini Indonesia juga telah memiliki kebun kurmanya sendiri. Anda tak perlu lagi jauh sampai Thailand untuk ikut dapat melihat dan menikmati kebun kurma Asia Tenggara.