Kurma di Thailand

kampung kurma, buah kurma, kampoeng kurma, kurma thailand

Thailand mencuri perhatian beberapa tahun yang lalu tidak dengan potensi wisatanya, melainkan dengan buah kurma. Thailand pada tahun 2015 resmi menjadi negara Asia Tenggara pertama yang mampu menghasilkan kurma tropis pertama di dunia. Bahkan hebatnya lagi, mereka berhasil membuat 9,6 hektare lahan penuh dengan pohon kurma yang mana berhasil dipanen 104 pohon kurma betina.

Total pemasukan pada tahun tersebut mencapai 2 miliar lebih untuk setiap petani! Pada hari ini, mereka kemudian membuat evolusi dengan mempersembahkan agrowisata kurma. Para pengunjung kemudian dapat merasakan sensasi memanen kurma tanpa harus jauh pergi ke negara-negara Arab. Pertanyaannya, darimanakah kurma di Thailand ini disupplai?

Benar, kurma di Thailand yang kemudian dikenal dengan nama kurma tropis ini tidak lahir di negara tersebut, melainkan didatangkan langsung dari Inggris. Inggris melalui sebuah departemen riset buah kurma mampu menghadirkan bibit kurma paling berkualitas di seluruh dunia. Dari lembaga inilah kurma Thailand berasal yang juga kemudian menjadi suplier pembibitan kurma di Indonesia.

Meski demikian, tidak semua jenis kurma dibudidayakan di negeri Gajah Putih. Misalnya kurma Ajwa yang juga disebut kurna Nabi. Kurma ini masih dalam pengembangan untuk dapat tumbuh dan berbuah di tanah tropis. Pada hari ini, kurma Ajwa masih hanya tumbuh di tanah Arab, terutama di kawasan Madinah.

Baca juga: Kampung Kurma Bogor

Maka untuk kawasan tropis, ada 2 jenis kurma yang telah berhasil dibudidayakan, yakni kurma Barhee dan kurma KL-1. Kurma KL-1 adalah singkatan Kolak One yang sangat populer di Thailand. Kurma di Thailand kemudian dibudidayakan dengan metode stek yang membuatnya semakin cepat berbuah. Kisah panen besar di tahun 2015 di atas sudah dapat dijadikan bukti nyata.

Kini Thailand memiliki agrowisata yang sangat unik dan menjadi menu wisata tambahan bagi siapapun yang mengunjungi negara tersebut. Prestasinya sedang akan disusul oleh para petani dan penggagas kebun kurma di Indonesia. Salah satunya adalah yang tengah digarap di kawasan Bogor, Jawa Barat. Bila Thailand bisa, Indonesia pun pasti bisa.

Kurma Jonggol Farm, Ide Besar dan Cerita di Baliknya

kampung kurma jonggol, kampung kurma, kampoeng kurma, kampung kurma bogor

Kurma Jonggol Farm mungkin bukanlah nama besar di dunia properti seperti yang sering didengungkan di televisi. Namun di balik itu, kiprahnya patut ditunggu karena misinya yang mengusung nilai keislaman yang saat ini tergerus oleh kapitalisme dan properti konvensional.

Kurma Jonggol Farm menyediakan lokasi yang nantinya akan dijadikan pusat peradaban Islam masa depan dengan tajuk Islamic Center terbesar di Indonesia. Ini dibuktikan dengan rencana pembangunan fasilitas pendukung seperti pesantren tahfidz dan universitas islami untuk mencetak generasi-generasi emas masa depan. Namun tak hanya itu, aktivitas sunah juga akan disediakan tempatnya tersendiri di area seluas 700 hektare ini. Apa saja aktivitas sunah tersebut?

Sebut saja olah raga sunah yang sangat disarankan oleh Nabi, yakni berkuda, memanah, dan berenang. Masing-masing akan disediakan tempat yang dibuat secara syari. Dengan demikian, umat Islam dapat berlatih untuk lebih tangguh sebagaimana bimbingan Rasulullah. Akan tetapi, di balik misi besar Kurma Jonggol Farm, ternyata ada kisah yang cukup mengharukan.

Lokasi Kampung Kurma Jonggol

Proyek ini dibangun di sebuah desa bernama Sukaresmi. Desa ini dikatakan tertinggal dengan kawasan yang tidak terurus. Bahkan masyarakatnya dapat kapan saja terusir bila kapitalisme masuk ke area tersebut. Namun konsep syariah yang diusung Kampung Kurma sebagai penggagas utama proyek ini melakukan sikap yang lebih briliant. Sikap apakah itu?

Mereka justru menyuntikkan semangat untuk bangkit dan ide besar untuk tetap memiliki tanah mereka sendiri. PT Kampung Kurma justru membekali masyarakat desa Sukaresmi dengan kemampuan berkebun dan budidaya kurma. Selanjutnya, mereka akan menjadi bagian dari pengelola yang membantu merawat kurma hingga berbuah.

Kurma ini nantinya selain menjadi bentuk sunah kepada Rasulullah, juga menjadi agrowisata yang islami dan menguntungkan bagi umat. Pemberdayaan ini juga berdampak pada fasilitas desa yang sebelumnya rusak menjadi baik dan dapat digunakan. Tertarik untuk melihat manuver Kurma Jonggol Farm? Tak hanya melihat, Anda juga dapat turut menikmati kurma tersebut sebagai pemilik. Kini saatnya umat Islam mandiri dan lebih berdaulat.